CB Online
Vinaora World Time Clock
CB Login
Silahkan login.
Home News Mengangkat Kembali Citra Pertambangan Migas

Mengangkat Kembali Citra Pertambangan Migas

Semua orang pasti masih ingat pada jasa dunia pertambangan (termasuk minyak dan gas bumi) bagi pembangunan. Sejak revolusi industri hingga sekarang energi yang menggerakkan pembangunan dunia menggunakan minyak bumi dan batu bara telah menghasilkan kemajuan peradaban bagi manusia. Begitupun di Indonesia. Ketika ekonomi kita terpuruk di

awal tahun 60- an, modal asing pertama yang berani masuk  adalah industry pertambangan. Ketika kita masih kerepotan membenahi nata, industry pertambangan membuka lapangan kerja, membangun prasarana jalan dan sentra kegiatan ekonomi di daerah terpencil. Tak dapat dipungkiri jasa sektor ini dalam menghasilkaan devisa ekspor dan pendapatan Negara yang amat berarti dalam membiayai pembangunan. Kemajuan  berkat pembangunan telah dinikmati, tapi pandangan dunia juga berubah. Kebutuhan manusia akan air bersih, udara segar, iklim nyaman, hutan, curah hujan dan berbagai hasil keluaran ekosistem juga telah meningkat.  Dari hero pembangunan, tudingan justru mengarah kepada dunia industri . Kini orang menyalahkan industri, khususnya pertambangan yang dianggap tidak berhati-hati melakukan eksploitasi dan tidak memperhitungkan resiko terhadap sumber daya alam yang menjadi hajat seluruh mahluk di planet bumi ini. “Selama 200 tahun negara-negara di dunia membangun dengan merusak Bumi,” teriak pakar lingkungan  Dr Emil Salim yang juga sering disebut sebagai “paus” Lingkungan Hidup Indonesia. Kenyataannya, penambangan perlu membabat hutan lebat untuk eksplorasi dan kemudian diratakan untuk keperluan eksploitasi membuka jalan dan lahan pemukiman pekerja. Tanah galian yang tidak terpakai ditimbun, dibuang ke sungai atau ke laut, gunung diratakan, alur sungai dan garis pantai diubah.  Belum lagi bila ada bahan kimia beracun dan berbahaya yang dipakai dalam proses penambangan akan meninggalkan sisa-sisa limbah hanyut ke dalam air tanah, air sungai dan laut. Bumi memang terancam. Kenyataan ini sulit dipungkiri karena hamper semua hasil riset tentang kondisi lingkungan global, menyebutkan perkembangan peradaban modern yang sarat dengan industri dan eksploitasi sumber daya alam telah membuat bumi amburadul. Sumber alam pertambangan bersifat  non renewable, sehingga keberlanjutan pembangunan terhambat oleh susutnya habis sumber alam pertambangan. Nasib Manusia Sumber pokok pencemaran udara adalah gas rumah kaca (GKR) yang terutama berasal dari pembakaran fossil fuel, terdiri dari minyak bumi, batu bara, dan gas alam, untuk energi bagi transportasi, industri, dan rumah tangga. Di seluruh dunia, ketiga sumber energi itu memasok 88 persen dari kebutuhan energi global. Gawatnya, emisi karbon yang semakin tebal telah membentuk semacam selimut yang disebut rumah kaca tadi, yang menahan panas bumi sehingga menaikkan suhunya di atas suhu bumi pada era sebelum revolusi industri. Indonesia patut bersyukur dianugerahi tanah subur, curah hujan melimpah, dan iklim nyaman sepanjang tahun. Jika manusia tidak bijaksana mengelola alam, rahmat alam ini bisa menjadi bencana berupa tanah longsor dan banjir yang mampu merenggut nyawa dan menghancurkan kehidupan. Bagaimana nasib manusia itu sendiri? Pada sisi lain, karena dituntut menaikkan produksi, meningkatkan  revenue atau mencapai target tertentu mungkin kita sering lupa akan nasib manusia, asset utama untuk mencapai target itu semua. Upah besar bukan menjadi tolok ukur dalam menentukan jenis pekerjaan. Keamanan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja  (K3) adalah hal yang seharusnya juga menjadi prioritas. Apalah arti gaji besar bila keselamatan diri terabaikan ? Bagaimana jika nyawa atau kesehatan terancam? Pekerjaan dalam kegiatan pertambangan sangat beresiko tinggi. Resiko ini timbul karena kegiatan pertambangan melibatkan bahan-bahan yang mudah terbakar, meledak dan beracun. Sedikit kesalahan akan menimbulkan insiden, penyakit akibat kerja, pencemaran lingkungan dan gangguan operasi. Karena itu merupakan tugas dan tanggung jawab manajemen, pekerja, mitra kerja dan mitra usaha untuk mewujudkan kinerja yang berbasis K3. Dari jumlah penyebab kecelakaan, menurut penelitian, 3% di antaranya tidak bisa diduga atau akibat bencana alam. Namun 24% disebabkan oleh lingkungan atau peralatan,  Sisanya, 73%  adalah akibat perilaku yang tidak aman. Orang akan selalu ingat pada kebakaran anjungan lepas pantai Usumacinta (2007) di Teluk Mexico,  blow out di Enchova Brasil atau kandasnya kapal tangker Exxon Valdez di perairan Alaska. Di tanah air, kasus Showa Maru, kasus Teluk Buyat dan yang masih belum tuntas sampai sekarang, kasus Sukowati dan lumpur Sidoarjo. Menurut  catatan pakar perminyakan Dr Rudi Rubiandini, di Indonesia dalam 35 tahun terakhir telah terjadi blowout sebanyak 17 kali. Kini pertanyaannya adalah mengapa hal itu selalu berulang?. Bila dari sisi lingkungan  kewajiban yang dituntut dari kita adalah untuk turut bertanggung jawab mengendalikan pelepasan zat cemar yang berasal dari fossil fuel, maka pada sisi yang lain, setiap perusahaan sangat dan wajib memperhatikan K3 dan menjadikannya prioritas utama dalam setiap pelaksanaan kegiatan operasional. Acuannya adalah  UU No 13/2003 tentang ketenagakerjaan. Di saat kita digenjot untuk meningkatkan produksi migas, Menteri ESDM Darwin Saleh pada suatu kesempatan berpesan agar kecelakaan dihindari . Tak ayal lagi dibutuhkan kesadaran para pemain dalam industry pertambangan,  termasuk kita yang berada dalam lingkungan migas, untuk bersama Pemerintah menerapkan kaidah-kaidah QHSEE agar tidak saja produksi bisa ditingkatkan tetapi kualitas, keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja para pelaksananya pun terjamin sementara kelestarian lingkungan pun terjaga. Mudah-mudahan IndoQHSSE inilah  forum yang tepat untuk memulainya.

Sumber: buletin IATMI vol 3 juni/juli 2011

Last Updated (Sunday, 11 December 2011 07:49)

 

Add comment


Security code
Refresh

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday180
mod_vvisit_counterYesterday2037
mod_vvisit_counterThis week180
mod_vvisit_counterLast week12526
mod_vvisit_counterThis month36837
mod_vvisit_counterLast month53452
mod_vvisit_counterAll days339867

We have: 5 guests, 1 members online
Your IP: 38.107.179.220
 , 
Today: May 20, 2012