IATMI Selenggarakan Konferensi K-3 Internasional

Setelah sekian tahun perjalanan industri migas di tanah air dan di dunia internasional, baru kali inilah para ”pemain” sektor paling strategis dalam pembangunan ini duduk berembug. Mereka akan membahas segala aspek, mulai dari A sampai Z, yang berkaitan dengan QHSSE atau Quality, Health, Safety, Security dan Environment atau yang dulu juga dikenal sebagai K-3. Konferensi internasional yang memilih tema
Best Practice in QHSSE for Sustainable Business Development ini akan diselenggarakan di Hotel Gran Melia Jakarta pada 22-23 Juni 2011. Menurut Ketua Organizing Committee Waluyo, tema ini mencerminkan usaha dalam memperbaiki kinerja QHSSE untuk mempertahankan tingkat pencapaian tertinggi dan memenuhi harapan yang terus tumbuh, baik dari dunia industry itu sendiri dan juga dari public umumnya. Dari sisi etika bisnis dan tanggung jawab sosial, kegiatan ini akan menampilkan praktek paling mutakhir dan teknologi baru dalam bidang kualitas, kesehatan, keselamatan, keamanan dan lingkungan, tambah Direktur Umum PT Pertamina (Persero) yang juga adalah Ketua Ikatan Ahli Keselamatan Kerja Indonesia (IAKKI) itu pula. Bagi Ketua Umum IATMI Pusat Salis Aprilian, yang sehari-hari adalah Senior VP Upstream Strategic Planning & Subsidiary Management, forum ini membuka kesempatan bagi para pemain dalam industri migas untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman dan praktek terbaik dalam kinerja QHSSE atau kualitas, kesehatan, keselamatan dan keamanan kerja serta lingkungan sebagai landasan kritis bagi sukses dalam bisnis. Menurutnya, apapun sasarannya, setiap perusahaan pasti akan mengutamakan keselamatan kerja karyawan serta komunitas dan lingkungan sekitarnya. Menyelamatkan Hidup Bumi yang hanya satu ini semakin sempit, kata Salis pula, sehingga usaha satu berdampak pada usaha lain. Karena itu ia merasa bahwa kemitraan bersama antara pemerintah, pengusaha dan masyarakat madani perlu dibangun untuk mengejar cita-cita sama yaitu: menyelamatkan lingkungan hidup untuk keberlanjutan hidup kita bersama. Sebagai Chairman of the Advisory Committee, ia mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada para delegasi dan participant di IndoQHSSE 2011, konferensi internasional pertama mengenai Quality, Health, Safety, Security, dan Environment. “Saya yakin delegasi yang datang dari berbagai perusahaan (migas maupun non-migas), berbagai latar belakang profesi, dan dari berbagai negara, memiliki perhatian (concerns) yang sama tentang pentingnya QHSSE dalam industri, khususnya sektor migas”, katanya. Konferensi ini, menurut Salis, memang cukup unik dan sangat penting mengingat bahwa dunia kita ke depan adalah “dunia standarisasi”, dimana tema-tema QHSSE akan mendominasi perhatian para pengambil keputusan dalam perusahaan maupun pemangku kepentingan (stakeholders). Maka, bias dibayangkan bahwa perusahaan- perusahaan atau bahkan individu- individu yang mengabaikan aspek QHSSE ini akan tersingkirkan oleh sistem yang berlaku, sehingga akan mempengaruhi kinerja mereka. Perhatian pada aspek QHSSE tidak saja baik untuk keberlangsungan hidup perusahaan, tetapi juga akan mengangkat reputasi perusahaan, pekerjanya, dan baik bagi kehidupan lingkungannya. Forum semacam ini diharapkan memberi banyak manfaat demi kemajuan industry migas di Indonesia. “Mari kita sukseskan bersama IndoQHSSE 2011 untuk sebesar-besar bermanfaat bagi bangsa dan negara Indonesiaa...”, ajaknya.
Sumber: buletin IATMI vol 3- juni/juli 2011
Last Updated (Sunday, 11 December 2011 07:50)















